Aplikasi Akad Kafalah Bi Al- ’Ujrah Pada Pembiayaan Take Over Perspektif Fiqih Muamalah Di Bmt Capem Randuagung

  • Rusmini Rusmini

Abstract

In solving the take-over in the form of a cooperative, it is carried out by means of field research that aims to answer this question, which in this question includes how to practice the use of the kafalah bil ujroh contract in takeover financing at BMT UGT Sidogiri Capem Randuagung and the reasons for its use and perspective. fiqih muamalah against the practice of carrying out kafalah bil ujroh. Methods of data collection in the form of observation and interviews were analyzed using descriptive analysis methods. The practice of taking over financing in BMT UGT Sidogiri uses the kafalah bil ujroh contract because it is considered easier and simpler, and it does not need to involve makful ilaih (conventional finance) in the contract.The contract will only be made between BMT and the Customer, apart from guaranteeing the Convention's financial payments and this is done by the customer. The use of the kafalah bil ujroh the takeover of the contract carried out by BMT UGT Sidogiri was not valid because it did not meet the requirements in the kafalah contract which was carried out without the presence and knowledge of makful ilaih.On the other hand, the use of the kafalah bil ujroh contract is also not in accordance with the provisions of the fatwa with the National Sharia Number 31 / DSN-MUI / VI / 2002 concerning debt transfer because the kalalah bi al-'ujrah contract is not included in the 4 alternative contracts that can be used for financing. the takeover mentioned in the fatwa, so that the contract is not recommended, but together with the kafalah contract the bil ujroh can be applied by way of debt takeover. In addition, in the case of ujrah it must be voluntary and cannot be determined because the kafalah contract is a type of tabarru contract.

 

Dalam memecahkan take over dalam bentuk koperasi deilakukan dengan cara, penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut, yang mana dalam pertanyaan tersebut meliputi bagaimana praktek penggunaan akad kafalah bil ujroh di pembiayaan pengambil alihan di BMT UGT Sidogiri capem Randuagung dan alasan penggunaannya serta cara sudut pandang fiqih muamalah terhadap praktek melaksanakan kafalah bil ujroh.Metode pengumpulan data berupa observasi, dan wawancara kemudian di analisa dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Praktik pengambilalihan pembiayaan dalam BMT UGT Sidogiri menggunakan akad kafalah bil ujroh karena dianggap lebih mudah dan simpel, dan itu tidak perlu melibatkan makful ilaih (keuangan konvemsioanl) dalam kontrak.Kontraknya hanya akan dilakukan antara BMT dan Pelanggan, selain menjamin pembayaran keuangan Konvensioanl dan ini dilakukan pelanggan. Penggunaan kafalah bil ujroh itu pengambilalihan akad yang dilakukan oleh BMT UGT Sidogiri tidak berlaku karena tidak memenuhi persyaratan dalam akad kafalah yang dilakukan tanpa kehadiran dan pengetahuan makful alaih. Di sisi lain penggunaan akad kafalah bil ujroh tidak juga sesuai dengan ketentuan fatwa tersebut dengan syariah Nasional Nomor 31 / DSN-MUI / VI / 2002 tentang pengalihan hutang karena akad kalalah bi al-'ujrah tersebut tidak termasuk dalam 4 kontrakalternatif yang dapat digunakan untuk pembiayaan pengambilalihan yang disebutkan dalam fatwa tersebut, sehingga dalam akad tersebut tidak dianjurkan, namun bersamaan dengan akad kafalah bil ujroh tersebut bisa di aplikasikan dengan cara pengambilalihan hutang. Di Selain itu, dalam kasus ujrah harus sukarela dan tidak boleh ditentukan karena akad kafalah adalah jenis kontrak tabarru’

 

Published
2020-11-30
How to Cite
Rusmini, R. (2020). Aplikasi Akad Kafalah Bi Al- ’Ujrah Pada Pembiayaan Take Over Perspektif Fiqih Muamalah Di Bmt Capem Randuagung. Al-Tsaman : Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 2(02), 82-100. Retrieved from https://ejournal.inaifas.ac.id/index.php/Al-tsaman/article/view/407
Section
Articles